Langkat | delinews24.net – Menindaklanjuti surat Dinkes Kabupaten Langkat No. 443 – 7794/P2P/VII/2026 perihal kegiatan tracing TBC (Tuberkulosis ) atau lebih dipahami orang awam dengan penyakit infeksi paru-paru atau juga penyakit paru-paru yang terintegrasi dengan CKG (cek kesehatan gratis) adalah program penemuan kasus aktif TBC guna deteksi dini penularan TBC baik di tengah keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien agar mempercepat pengobatan sebelum kuman menyebar luas.
Bertempat di aula kantor Desa Namo Sialang kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat jumat (01/10/2026) dimulai pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB. Mewakili Dinkes Kabupaten Langkat hadir petugas Nakes dari Puskesmas Sei Bamban; Rohma Diarmi ,S.K.M, Wahyu Irma. AMK, Linurliana Amd.Kes, Dewi Ningsih, S.Kep.NERS dan Sumiati, A.Md.Keb dibantu ibu Samsiar dan Sri Suryani yang didampingi 2 (dua) petugas laki – laki dari Dinkes Kabupaten Langkat .
“Target peserta trancing ini per-desa sebanyak 100 orang dan kita adakan mulai hari ini, Jumat 01 Oktober-Sabtu 10 oktober 2026,” dr. Endang Toto Kaban., SKM saat memberi informasi di ruangnya di Puskesmas Sei Bamban. Menurutnya, kategori yang perlu di skrining antara lain:
- Kontak erat
- Kontak serumah
- Orang dengan HIV
- Pasien DM
- Kelompok pekerja beresiko tinggi ( pekerja pabrik , Nakes )
- Lansia dan anak-anak.
“Kita membagikan snack dan uang pengganti transport,” Ungkap ibu Samsiar dan ibu Sri Suryani kader TBC komunitas Mentari Meraki saat ditemui di aula kantor desa Namo Sialang.(jyt)







