Medan|delinews24.net — PTPN IV Regional II terus memperkuat budaya kerja di tengah dinamika perubahan dan transformasi perusahaan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Culture Booster yang menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kolaborasi, membangun pola pikir kepemilikan (owner’s mindset), serta mendorong insan perusahaan agar semakin adaptif menghadapi perubahan.
Culture Booster tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan untuk memahami nilai-nilai budaya perusahaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendorong setiap insan PTPN IV Regional II menjadikan budaya kerja sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Perubahan besar dinilai tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan dapat dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara disiplin, konsisten, dan penuh komitmen.
Melalui pendekatan tersebut, setiap insan perusahaan diharapkan mampu menerjemahkan nilai budaya perusahaan ke dalam perilaku dan cara bekerja, sehingga memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Pengambilan Keputusan Selalu Mengandung Risiko
Dalam kegiatan tersebut, Operation Head II PTPN IV Regional II, Fitra Renaldy, menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam pekerjaan selalu memiliki risiko.
Menurutnya, proses pengambilan keputusan sering kali menghadirkan berbagai pilihan yang dapat menimbulkan kebingungan. Karena itu, diperlukan keberanian, pertimbangan yang matang, serta kesiapan menghadapi konsekuensi dari keputusan yang diambil.
“Pada saat kita mengambil suatu keputusan itu pasti akan muncul risiko. Itu akan membingungkan kita, terus akan memunculkan pilihan-pilihan,” ujar Fitra Renaldy.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian mengambil keputusan merupakan bagian penting dalam menghadapi perubahan. Setiap pilihan memiliki konsekuensi sehingga insan perusahaan dituntut untuk mampu mengelola risiko sekaligus menentukan langkah terbaik bagi organisasi.
Perubahan Menjadi Bagian dari Perjalanan Perusahaan
Sementara itu, Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan PTPN IV Regional II, Rudy Hendrawan, menyoroti pentingnya pembelajaran dalam menghadapi perubahan.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan perusahaan juga diwarnai berbagai perubahan dan proses transformasi. PTPN IV sendiri mengalami perjalanan panjang sejak menjadi PT Perkebunan Nusantara IV pada 11 Maret 1996 hingga kemudian berada dalam transformasi besar dengan hadirnya PalmCo pada 1 Oktober 2023.
“Kenapa menjadi penting untuk kita belajar? Bapak ibu, kita kemarin tanggal 11 Maret 1996 menjadi PT Perkebunan Nusantara 4. Di 1 Oktober 2023 yang lalu kita dipersatukan lagi dengan nama besarnya PalmCo dengan tujuh regionalnya. Jadi inilah memang dinamika yang kita hadapi selama kita masih hidup, yaitu perubahan dan bertransformasi,” kata Rudy.
Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan organisasi. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi penting bagi setiap insan perusahaan.
Transformasi tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir, perilaku, cara bekerja, serta kemampuan setiap individu untuk mengikuti kebutuhan organisasi.
Networking Jadi Kunci Penguatan Kolaborasi
Penguatan budaya kerja dalam Culture Booster juga mencakup aspek networking atau membangun jejaring.
Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional II, Jarwa Rahmanta, menjelaskan bahwa networking memiliki cakupan yang luas dan tidak sebatas hubungan pertemanan maupun hubungan sosial.
Menurutnya, networking dapat dibangun melalui tiga ranah, yakni internal, eksternal, dan digital.
“Jadi pada pagi hari ini kita khusus membahas sikap atau salah satu gestur tentang perilaku networking. Teman-teman, networking ini bisa menjadi sangat luas, tidak hanya tentang pertemanan atau hubungan sosial, tapi cukup luas. Networking ini bisa secara internal, secara eksternal, juga bisa secara digital,” jelas Jarwa.
Ia menilai penguatan jejaring tersebut penting untuk meningkatkan kolaborasi di lingkungan perusahaan. Hubungan yang baik antara individu maupun antarfungsi dapat menciptakan komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif.
“Jadi ada tiga hal tentang networking ini yang domainnya ada eksternal, internal dan digital. Sekali lagi, kolaborasi antar kita semua harus kita tingkatkan. Saya rasa teman-teman semua sudah melakukannya,” lanjutnya.
Penguatan networking diharapkan dapat membuat insan perusahaan semakin terbuka untuk berbagi pengetahuan, membangun komunikasi lintas fungsi, serta menciptakan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pekerjaan.
Tantangan Harus Diubah Menjadi Peluang
Region Head PTPN IV Regional II, Khayamuddin Panjaitan, dalam kesempatan tersebut juga mendorong seluruh insan perusahaan untuk memiliki perspektif positif dalam menghadapi tantangan.
Menurutnya, tantangan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai hambatan. Sebaliknya, tantangan dapat menjadi peluang untuk melakukan perbaikan dan menghasilkan kinerja yang lebih baik.
“Jadikan tantangan menjadi peluang, jadikan semua kelemahan menjadi kekuatan,” tegas Khayamuddin Panjaitan.
Ia juga menekankan pentingnya bekerja dengan hati dan tetap menjunjung profesionalisme dalam menjalankan setiap tanggung jawab.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Culture Booster yang mendorong perubahan budaya kerja dari sekadar memahami nilai perusahaan menjadi penerapan nyata dalam aktivitas sehari-hari.
Bangun Budaya dari Kebiasaan Sehari-hari
Culture Booster menjadi bagian dari upaya PTPN IV Regional II dalam memperkuat fondasi budaya kerja di tengah perubahan lingkungan bisnis dan transformasi organisasi.
Penguatan budaya tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara berulang, disiplin, konsisten, serta didukung komitmen seluruh insan perusahaan.
Semangat kolaborasi, keberanian mengambil keputusan, kemauan untuk terus belajar, kemampuan membangun networking, serta owner’s mindset menjadi sejumlah sikap yang diharapkan semakin melekat dalam keseharian insan PTPN IV Regional II.
Dengan budaya kerja yang semakin kuat, PTPN IV Regional II diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan secara lebih adaptif dan menjadikan perubahan sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja.
Pada akhirnya, transformasi perusahaan bukan hanya mengenai perubahan sistem maupun struktur, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan di dalamnya mampu mengubah cara berpikir dan kebiasaan kerja untuk bergerak bersama menuju organisasi yang lebih kuat, profesional, dan berdaya saing.













