Example floating
Example floating
Agraria

PTPN IV PalmCo Regional II Tanam Perdana Kedelai 1.000 Hektare di Sergai, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

536
×

PTPN IV PalmCo Regional II Tanam Perdana Kedelai 1.000 Hektare di Sergai, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Share this article
PTPN IV PalmCo Regional II Tanam Perdana Kedelai 1.000 Hektare di Sergai, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sergai|delinews24.net  — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo Regional II resmi memulai pilot project penanaman perdana kedelai seluas 1.000 hektare (Ha) di Kebun Adolina, Desa Citaman Jernih, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (28/8/2026).

Program tersebut menjadi langkah konkret PTPN Group dalam mendukung akselerasi hilirisasi komoditas pangan sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Pengembangan kedelai di areal perkebunan juga menunjukkan upaya PTPN IV PalmCo Regional II dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Areal perkebunan tidak hanya diarahkan untuk komoditas kelapa sawit, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung agenda strategis pemerintah di sektor pangan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari respons aktif BUMN perkebunan terhadap penugasan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

PTPN Group Dapat Penugasan 15 Komoditas di 23 Provinsi

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding PTPN I (Persero), Rizal H. Damanik, mengatakan PTPN Group memperoleh penugasan pemerintah untuk mengawal program ketahanan pangan dan energi nasional.

Penugasan tersebut mencakup pengembangan 15 komoditas unggulan yang tersebar di 23 provinsi.

Menurut Rizal, penugasan pengembangan komoditas pangan merupakan tantangan baru bagi PTPN Group karena berada di luar bisnis inti perkebunan yang selama ini menjadi fokus perusahaan.

“Penugasan ini cukup challenging dari bisnis inti yang selama ini kita geluti. Namun, dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden RI, hari ini kita membuktikan kesiapan PTPN dengan mulai menanam komoditas kedelai,” ujar Rizal H. Damanik di sela-sela kegiatan penanaman perdana.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan PTPN dalam pengembangan kedelai merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengambil peran lebih besar dalam agenda ketahanan pangan nasional.

Dengan dukungan berbagai pihak, perusahaan optimistis pengembangan komoditas tersebut dapat memberikan hasil yang optimal sekaligus menjadi model pengembangan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sergai Dinilai Strategis untuk Pengembangan Kedelai

Pemilihan Serdang Bedagai sebagai lokasi pilot project bukan tanpa alasan. Kabupaten tersebut memiliki basis pertanian yang kuat dan potensi pengembangan komoditas pangan yang cukup besar.

Rizal mengatakan dukungan tenaga ahli dan akademisi menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program tersebut.

“Di Sergai ini kami berharap dapat berpartisipasi aktif mensukseskan program ketahanan pangan. Budidaya kedelai memang memiliki tantangan tersendiri, namun dengan pendampingan pakar pertanian, kami sangat optimis komoditas ini akan berhasil dibudidayakan secara optimal,” katanya.

Pendampingan dari para ahli diharapkan dapat membantu memastikan proses budidaya dilakukan berdasarkan kajian teknis dan akademis, mulai dari persiapan lahan, pemilihan varietas, pola tanam, pemeliharaan hingga evaluasi produktivitas.

Dengan pendekatan tersebut, pilot project kedelai tidak hanya ditargetkan menghasilkan produksi, tetapi juga menjadi pembelajaran untuk menentukan pola pengembangan yang paling sesuai dan berkelanjutan.

Bupati Sergai Apresiasi Peran PTPN

Inisiatif PTPN IV PalmCo Regional II mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, menilai program penanaman kedelai tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada pertanian maju, mandiri, dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa penanaman kedelai tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja bersama untuk memperkuat produksi pangan nasional.

“Kegiatan penanaman hari ini bukan hanya sekadar simbolis, melainkan awal kerja besar kita bersama untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai nasional,” ujar Darma Wijaya.

Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu juga mengapresiasi PTPN IV PalmCo karena memperluas kontribusinya di luar komoditas sawit.

“Kami mengapresiasi PTPN IV yang tidak hanya fokus pada komoditas sawit, tetapi juga mengambil peran nyata dalam program swasembada pangan,” lanjutnya.

Menurut Darma Wijaya, keterlibatan BUMN perkebunan dalam pengembangan komoditas pangan dapat menjadi kekuatan tambahan dalam membangun ekosistem pertanian daerah.

Sergai Punya Potensi Pertanian Besar

Darma Wijaya juga menegaskan bahwa Serdang Bedagai memiliki potensi besar dalam sektor pertanian.

Salah satu indikatornya terlihat dari capaian produksi gabah yang mencapai 356.508 ton pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Sergai untuk terus mengembangkan sektor pertanian sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan.

Hadirnya program penanaman kedelai oleh PTPN IV PalmCo diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi transformasi pembangunan daerah sesuai visi Sergai Mantab, yakni Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan.

Kolaborasi antara perkebunan, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan juga dinilai dapat membuka peluang pengembangan komoditas pangan secara lebih terintegrasi.

Libatkan Pemerintah, BUMN dan Akademisi

Untuk memastikan program penanaman kedelai seluas 1.000 hektare berjalan optimal dan berkelanjutan, PTPN IV PalmCo Regional II membangun kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, BUMN, hingga institusi pendidikan tinggi.

Pendekatan lintas sektor menjadi penting karena pengembangan kedelai tidak hanya berkaitan dengan penyediaan lahan dan penanaman. Keberhasilan program juga membutuhkan dukungan teknologi, pengetahuan agronomi, pengelolaan produksi, pendampingan, hingga aspek tata kelola hasil panen.

Penanaman perdana tersebut turut dihadiri perwakilan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Arif Muliawan, SP., MAP., dan perwakilan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Namsen Sartomedi S. Girsang, SP., MP.

Hadir pula Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa; Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo; Region Head Regional II, Budi Susanto; Operational Head Regional I, Totop Poltak Hatorangan; Business Support Head Regional II, Syubanul Khair; serta SEVP Project Execution Head Office, Mulyanto.

Dari unsur eksternal, kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto; Kepala Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai, Rahmad Isnaini, SH., MH.; jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai; serta tim akademisi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU).

Keterlibatan akademisi USU menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan teknis sekaligus memastikan pengembangan budidaya kedelai memiliki dasar kajian akademis dan kelayakan teknis.

Dari Kebun Perkebunan untuk Ketahanan Pangan

Dimulainya pilot project kedelai seluas 1.000 hektare di Kebun Adolina menjadi babak baru bagi optimalisasi lahan perkebunan untuk mendukung agenda pangan nasional.

Langkah PTPN IV PalmCo Regional II tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perkebunan negara memiliki ruang kontribusi yang lebih luas dalam mendukung program strategis pemerintah.

Tidak hanya mempertahankan peran sebagai entitas bisnis perkebunan, PTPN juga dituntut mampu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan strategis nasional, termasuk ketahanan pangan dan energi.

Pengembangan kedelai menjadi salah satu langkah yang memiliki arti penting mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu bahan pangan strategis yang kebutuhannya masih harus diperkuat dari sisi produksi dalam negeri.

Melalui sinergi antara PTPN Group, pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Bulog, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, program ini diharapkan mampu berkembang dari sekadar pilot project menjadi model pengembangan kedelai yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya penanaman di Kebun Adolina, PTPN IV PalmCo Regional II menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam memperkuat swasembada dan kemandirian pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan negara.

Example 120x600