Example floating
Example floating
Agraria

Transformasi Layanan ATR/BPN: Masyarakat Tak Perlu Lagi Menunggu Tanpa Kepastian

548
×

Transformasi Layanan ATR/BPN: Masyarakat Tak Perlu Lagi Menunggu Tanpa Kepastian

Share this article
7 Hari Tunggu, 5 Hari Kerja: Pengukuran Tanah Kian Mudah dan Terjadwal

delinews24.net – Proses pengukuran tanah yang selama ini menjadi salah satu tahapan paling dinantikan dalam pembuatan sertipikat, kini hadir dengan kepastian waktu. Melalui layanan Pengukuran Terjadwal, masyarakat dapat menentukan sendiri jadwal pengukuran dengan waktu tunggu maksimal tujuh hari .

Layanan yang telah diterapkan di 400 Kantor Pertanahan (Kantah) dari total 483 di seluruh Indonesia ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan yang diusung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat .

Pengalaman Langsung Masyarakat

Akmal Fadillah (30), warga Kota Tangerang, mengaku terkejut dengan cepatnya proses pengukuran yang ia alami. Saat mengajukan permohonan pendaftaran tanah pada 25 Juli 2026, petugas loket langsung menawarkan pilihan jadwal pengukuran yang tersedia .

“Saya ditawarin petugas loketnya, mau tanggal 30 atau 31 Juli ukurnya dan saya pilih 30 Juli. Lalu, pada 30 Juli benar sudah diukur, cepat sekali, waktunya pasti gitu,” ungkap Akmal .

Ia menambahkan, pada tanggal 3 Agustus 2026, Peta Bidang Tanah (PBT)-nya sudah dapat diambil. Proses yang sebelumnya ia bayangkan berlarut-larut, ternyata berjalan cepat dan sesuai jadwal .

Pengalaman serupa juga dirasakan Fitri (29), warga Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang untuk pertama kalinya mengurus pendaftaran tanah secara mandiri .

“Saya masukin berkas 27 Juli, setelah SPS keluar, Senin 3 Agustus kemarin diukur bidang tanahnya. Selasa 4 Agustus pagi dihubungi, ternyata sudah selesai dan bisa diambil PBT-nya, cepat sekali,” ujarnya .

Fitri mengaku sebelumnya sempat mengira proses pengurusan tanah akan memakan waktu lama karena sering mendengar pengalaman orang lain. Namun, pengalaman di Kantah Kota Tangerang Selatan membuktikan bahwa pelayanan kini jauh lebih cepat .

“Saya tidak menyangka hasilnya bisa secepat ini. Terima kasih untuk Pak Menteri ATR karena program ini sangat-sangat membantu kami masyarakat awam yang belum pernah mengurus sertipikat tanah,” pungkas Fitri .

Sistem yang Memberi Kepastian

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian waktu bagi masyarakat yang mengurus pertanahan . Sebelumnya, pengukuran tanah tidak memiliki jadwal yang jelas.

“Kalau ada masyarakat datang ke kantor BPN mengajukan permohonan pengukuran tanah, sekarang sudah ada kepastian. Masa tunggunya paling lama tujuh hari,” ujar Menteri Nusron dalam konferensi pers di Jakarta .

Rata-rata masa tunggu secara nasional tercatat 6,2 hari, dengan durasi pelaksanaan pengukuran rata-rata 6,2 hari . Kantah Kota Tangerang telah melayani 606 permohonan, sementara Kantah Kota Tangerang Selatan melayani 342 permohonan .

Transformasi Berkelanjutan

Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, menegaskan bahwa sistem ini juga menerapkan prinsip First In First Out (FIFO), sehingga setiap permohonan diproses berdasarkan urutan masuk .

“Transformasi layanan ini bertujuan memberikan kepastian dan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan pertanahan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Seto .

Masyarakat yang akan mendaftarkan tanah untuk pertama kali dapat datang langsung tanpa kuasa ke Kantah setempat dan memanfaatkan layanan Pengukuran Terjadwal untuk memperoleh kepastian jadwal pengukuran .

Example 120x600