Home PUISI Trauma PUISITraumaSyaifuddin -1 min read15/11/2021230×TraumaShare this article ricik air tak terdengar bibir pantai kehilangan debur mentari menjelma gulita dan, dada hanya bisa mendekap rapuh ruang kosong di kepala dipenuhi bayang-bayang kabut menakutkan __sebab ; detik per detik menanak pecahan trauma. Dibaca: 230 RelevanPUISISetan logikaPUISIDi Telaga Hening Engkau MendentingPUISIPenari SunyiPUISIJangan Pikir Kami Akan DiamPUISIHujan iniPUISIYang Terbenam