Jakarta|delinews24.net – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, dalam kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah bergulir di lingkungan lembaga tersebut.
Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution, menilai penanganan kasus ini terasa ironis karena baru menyentuh tingkat wakil pimpinan. Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bersikap adil dan tidak pandang bulu dalam melakukan pengembangan penyidikan.
“Dua Wakil Kepala BGN sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, namun dugaan yang menyertai Nanik S. Deyang justru belum ditindaklanjuti secara serius. Kami khawatir ada upaya perlindungan terhadap yang bersangkutan,” ujar Razak dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Razak menegaskan empat poin krusial yang harus menjadi perhatian utama pihak Kejagung dalam mengawal kasus ini:
- Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: PP HIMMAH menegaskan tidak boleh ada bentuk perlindungan hukum bagi siapa pun. Jabatan sebagai Kepala BGN tidak boleh dijadikan tameng untuk menghindari proses pemeriksaan.
- Menjaga Kemurnian Program Strategis: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan gagasan mulia Presiden untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, tata kelolanya jangan sampai diserahkan kepada pihak yang berpotensi merusak kepercayaan publik.
- Dalami Semua Nama Terkait: Kejagung wajib menelusuri nama-nama besar lain yang sempat disebutkan oleh Sonny Sanjaya. Semua pihak yang diduga terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, harus dimintai pertanggungjawaban hukum.
- Ungkap Modus Jual Beli Titik: Aparat diminta menyelidiki dugaan penyalahgunaan sistem portal digital internal. Portal yang seharusnya sudah ditutup diduga masih bisa diakses pihak tertentu untuk sarana transaksi jual beli alokasi proyek.
“Kami ingatkan APH jangan ‘main mata’. Kepercayaan rakyat sedang diuji. Jika terbukti ada penyimpangan, hukum harus ditegakkan secara tegas tanpa memandang kedudukan. Jangan biarkan program mulia ini ternoda oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Razak.










