delinews24.net — Perkuat Tata Kelola dan Standar Global, PTPN IV PalmCo Akselerasi Sertifikasi Ratusan Kebun dan PKS, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo terus mempercepat penguatan tata kelola perusahaan dan penerapan standar global melalui akselerasi berbagai program sertifikasi di seluruh regional.
Hingga Agustus 2026, sejumlah capaian sertifikasi berhasil diraih PTPN IV PalmCo, meliputi 176 unit tersertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, 143 unit ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, 191 unit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), 3 unit ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan, serta 8 unit ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
Di sisi lain, perusahaan juga mempertahankan progres sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang mencakup 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PTPN IV PalmCo untuk memastikan kegiatan operasional perkebunan semakin berstandar, berkelanjutan, sekaligus mampu menciptakan nilai tambah dalam jangka panjang.
Sertifikasi Jadi Bagian Transformasi Tata Kelola
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi merupakan bagian integral dari transformasi tata kelola perusahaan. Menurutnya, penerapan standar global tidak boleh berhenti pada pemenuhan aspek administratif. Standar tersebut harus diterjemahkan menjadi sistem kerja yang nyata dan terintegrasi dalam aktivitas operasional perusahaan di seluruh wilayah kerja.
“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” terang Jatmiko.
Dengan pendekatan tersebut, sertifikasi diharapkan tidak sekadar menjadi bukti pemenuhan standar, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan konsistensi proses kerja, efisiensi operasional, pengendalian risiko, serta akuntabilitas perusahaan.
ESG Diperkuat melalui Standar Keberlanjutan
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan penerapan berbagai standar keberlanjutan menjadi fondasi penting untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) dapat berjalan secara terukur dan terintegrasi.
Menurut Ugun, penguatan standar tersebut juga berjalan beriringan dengan implementasi ekonomi sirkular di lingkungan perusahaan.
Salah satu upayanya dilakukan melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan limbah kelapa sawit sehingga persoalan lingkungan dapat ditangani sekaligus membuka peluang penciptaan nilai ekonomi.
“Implementasi ekonomi sirkular juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan nilai dari setiap sumber daya yang dimiliki, termasuk melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit yang tidak hanya menyelesaikan tantangan lingkungan, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai tambah secara keekonomian,” ujar Ugun.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Target Sertifikasi Sistem Manajemen 100 Persen
Akselerasi sertifikasi PTPN IV PalmCo tercermin dari capaian sejumlah program hingga Agustus 2026. Untuk ISO 9001, realisasi sertifikasi telah mencapai 85 persen dari target. Sementara ISO 14001 mencapai 69 persen dari target. Pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja, penerapan Sistem Manajemen K3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012 telah mencapai 59 persen dari target. Perusahaan memproyeksikan hingga Desember 2026 seluruh target sertifikasi Sistem Manajemen tersebut dapat tercapai 100 persen.
Capaian itu sekaligus menunjukkan upaya PTPN IV PalmCo dalam memperkuat perlindungan terhadap pekerja serta memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian integral dari setiap aktivitas operasional. Tidak hanya mutu dan keselamatan, penguatan sistem manajemen juga mencakup aspek lingkungan, keamanan pangan, hingga pencegahan penyuapan. Dengan semakin luasnya penerapan berbagai standar tersebut, perusahaan berupaya membangun sistem pengelolaan yang lebih konsisten di seluruh regional.
Tantangan Sertifikasi RSPO Terus Diselesaikan
Ke depan, PTPN IV PalmCo akan memfokuskan percepatan pada sejumlah tantangan yang masih memengaruhi pencapaian sertifikasi.
Untuk program RSPO, salah satu agenda yang perlu diselesaikan adalah proses Land Use Change Analysis (LUCA), termasuk klarifikasi terhadap hasil review LUCA.
Penyelesaian berbagai tahapan tersebut menjadi bagian dari agenda strategis perusahaan untuk memastikan praktik perkebunan berkelanjutan dapat diterapkan secara konsisten dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Sertifikasi RSPO sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit, termasuk dalam aspek pengelolaan lingkungan dan tata kelola perkebunan.
Bangun Operasional yang Akuntabel dan Berkelanjutan
PTPN IV PalmCo menempatkan akselerasi sertifikasi sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan secara lebih luas. Penguatan sistem manajemen mutu, lingkungan, K3, keamanan pangan, anti penyuapan, kompetensi sumber daya manusia, serta sertifikasi RSPO dan PROPER diarahkan untuk membangun fondasi operasional yang lebih akuntabel, aman, efisien, dan berkelanjutan.
Implementasi standar tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap tata kelola perusahaan maupun pengelolaan sumber daya. Selain memperkuat posisi perusahaan dalam memenuhi standar nasional dan global, penerapan sertifikasi juga diharapkan menghasilkan dampak lingkungan yang lebih terukur.
Hal itu mencakup pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, pengurangan risiko lingkungan, peningkatan kepatuhan, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan di seluruh wilayah operasional. Melalui akselerasi tersebut, PTPN IV PalmCo berupaya memastikan transformasi tata kelola tidak berhenti pada pencapaian sertifikat, tetapi benar-benar diterapkan menjadi budaya dan sistem kerja dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Dengan target penyelesaian sertifikasi Sistem Manajemen sebesar 100 persen hingga akhir 2026, perusahaan menempatkan standar global dan prinsip keberlanjutan sebagai bagian penting dalam membangun kinerja operasional yang semakin kuat serta menciptakan nilai tambah jangka panjang.













