delinews24.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan empat instrumen strategis di bidang pertanahan dan tata ruang untuk mendukung PT Pertamina (Persero) dalam mewujudkan ketahanan serta swasembada energi nasional.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyampaikan hal tersebut dalam forum Sinergi Ketahanan Energi Nusantara yang diselenggarakan oleh Pertamina di Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian energi sebagai kepentingan vital (survival interest) bangsa. Keempat instrumen yang ditawarkan meliputi kepastian tata ruang, ketersediaan tanah, kepastian hukum atas tanah dan aset, serta penyelesaian persoalan pertanahan.
“Dari perspektif Kementerian ATR/BPN, ada empat hal dalam konteks ketahanan energi yang bisa kami tawarkan kepada Pertamina. Kami akan memastikan kepastian tata ruang, yang ujungnya adalah kemudahan perizinan dan kemudahan untuk melakukan usaha,” ujar Wamen Ossy di hadapan jajaran pimpinan Pertamina.
Empat Skema Pertanahan dan Optimalisasi Aset
Wamen Ossy menguraikan secara mendalam keempat instrumen penunjang investasi energi tersebut:
-
Kepastian Tata Ruang: Menjadi fondasi kemudahan perizinan agar pembangunan infrastruktur energi berjalan seimbang dengan sektor strategis lainnya seperti pangan dan perumahan.
-
Ketersediaan Lahan Melalui Optimalisasi: Memanfaatkan tanah telantar, Bank Tanah, tanah bekas hak yang berakhir, serta aset BUMN yang belum produktif. “Tidak selalu kita harus mencari tanah yang baru,” tegas Wamen Ossy.
-
Kepastian Hukum Aset: Memberikan sertifikasi tanah resmi bagi aset-aset Pertamina mengingat proyek energi merupakan investasi jangka panjang.
-
Penyelesaian Sengketa dan Konflik: Menyiapkan skema penanganan masalah klaim, tumpang tindih lahan, hingga konflik sosial secara berkeadilan melalui ruang dialog dan kepastian hukum.
Apresiasi dari Pertamina
Skema kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian ATR/BPN dan Pertamina yang disepakati sejak Desember 2024.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan konkret Kementerian ATR/BPN dalam memperlancar perizinan operasional Pertamina.
“Keberhasilan di hilir, di mana telah diselesaikan lebih dari 165 perizinan, perlu kita replikasi. Terus terang saja, saya senang sekali. Pertamina dibantu sekali. Saya betul-betul bangga bahwa teman-teman merasakan bagaimana Pak Presiden ingin suasana energi di tahun 2029,” puji Mochamad Iriawan.
Atas kontribusinya dalam mendukung percepatan perizinan energi, Pertamina menyerahkan penghargaan khusus kepada Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan serta Dirjen Penataan Agraria Embun Sari.
Dalam acara tersebut, Wamen Ossy turut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Achmad serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid.













