Example floating
Example floating
Headline

El-Nino Terkuat Segera Tiba, Ancaman Kekeringan Dan Rawan Pangan Kian Dekat

7
×

El-Nino Terkuat Segera Tiba, Ancaman Kekeringan Dan Rawan Pangan Kian Dekat

Share this article
GODZILLA EL NINO

Jakarta – Fenomena El Niño yang dijuluki “Godzilla” atau Super El Niño secara resmi telah terbentuk di Samudra Pasifik. Menurut pengumuman Climate Prediction Center NOAA pada 11 Juni 2026, peristiwa ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah modern, dengan peluang 63% mencapai anomali suhu permukaan laut lebih dari 2 derajat Celsius. Dampaknya diperkirakan akan memicu perubahan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk kondisi lebih kering dan panas di Indonesia dalam waktu dekat.

El Niño merupakan fenomena alami yang ditandai pemanasan air laut di kawasan ekuatorial Pasifik tengah dan timur. Hal ini menggeser pola angin dan curah hujan global, sehingga mengurangi hujan di wilayah Indonesia, Australia, dan sebagian Asia Tenggara, sementara meningkatkan curah hujan di Amerika Selatan dan sebagian Amerika Serikat.

Menurut Nathaniel Johnson dari tim prakiraan musiman ENSO NOAA, transisi menuju El Niño kali ini termasuk yang tercepat yang pernah tercatat. “Ini mungkin salah satu transisi tercepat yang pernah saya lihat dalam catatan, bahkan mungkin yang paling cepat,” ujarnya. Kondisi ini diperkirakan akan memuncak pada musim dingin Belahan Bumi Utara (akhir 2026 hingga awal 2027), dan berpotensi memperburuk rekor suhu global yang sudah tinggi akibat pemanasan global.

Dampak terhadap Indonesia:

Di Tanah Air, BMKG dan para ahli memprediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering mulai Juli hingga akhir 2026. Wilayah yang paling rentan meliputi Jawa (terutama Jawa Tengah, Timur, dan Barat), Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, NTB, NTT, serta sebagian Sulawesi.

  • Kekeringan dan Air: Penurunan curah hujan signifikan dapat menyebabkan kekeringan panjang, penurunan debit sungai, dan kekurangan air irigasi.
  • Sektor Pertanian dan Pangan: Produksi padi dan jagung terancam gagal panen atau penurunan drastis karena tanaman kekurangan air. Ini berisiko menekan cadangan pangan nasional, terutama di tengah ketahanan pangan global yang sudah rapuh akibat berbagai konflik. Petani di daerah rawan diprediksi mengalami kerugian besar.
  • Kebakaran Hutan dan Lingkungan: Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat, seperti yang terjadi pada El Niño kuat sebelumnya (misalnya 1997-1998 dan 2015-2016).
  • Kesehatan dan Ekonomi: Potensi peningkatan penyakit terkait cuaca kering, serta dampak ekonomi pada sektor pertanian, perdagangan, dan energi (listrik tenaga air).

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan mitigasi, termasuk optimalisasi irigasi, pompanisasi, percepatan tanam, dan penguatan stok pangan Bulog. Namun, kombinasi dengan pemanasan global membuat dampak kali ini berpotensi lebih kompleks.

El Niño historis sering dikaitkan dengan kelaparan, konflik, dan bencana alam di berbagai negara. Tahun ini, latar belakang pemanasan global dapat mempercepat munculnya dan memperkuat intensitasnya. Meski demikian, El Niño bersifat sementara dan akan diikuti kemungkinan La Niña di masa depan.

Example 120x600