Example floating
Example floating
--> Sumatera Utara

GP Al Washliyah Sumut Sebut Adanya Dugaan Permainan Mafia Migas Dalam Fenomena Antrean BBM di Sumut

443
×

GP Al Washliyah Sumut Sebut Adanya Dugaan Permainan Mafia Migas Dalam Fenomena Antrean BBM di Sumut

Share this article
Sentil Pertamina Soal Kelangkaan BBM di Sumut, Nurul Yaqien: Ada yang Tidak Beres di Balik Mobil Tangki Tambahan

Medan|delinews24.net – Fenomena antrean kendaraan yang mengular bak ular naga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara hingga larut malam tampaknya belum juga usai. Alih-alih menyelesaikan akar masalah, langkah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang menggelontorkan 15 unit mobil tangki tambahan dan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) justru dinilai seperti menambal ban bocor dengan plester luka: tidak menyentuh substansi dan terkesan defensif.

Langkah darurat ini pun langsung memantik kritik pedas dari Ketua Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara (GP Al Washliyah Sumut), Nurul Yaqien Sitorus, S.H. Pria yang akrab disapa Yaqien ini menilai respons kilat Pertamina tersebut secara tidak langsung menjadi ‘pengakuan dosa’ bahwa memang ada kekacauan sistemik dalam distribusi energi di wilayah Sumut.

“Jika memang distribusi BBM berjalan normal seperti yang sering diklaim, mengapa harus repot-repot menambah armada dan personel dalam jumlah besar secara mendadak? Ini namanya kontradiksi. Artinya ada persoalan besar yang disembunyikan dan perlu dijelaskan secara transparan kepada publik. Masyarakat bukan objek eksperimen, mereka berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ketus Yaqien saat ditemui di Medan.

Bau Menyengat ‘Permainan’ Mafia Migas di Balik Antrean Malam

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pemandangan memilukan sekaligus menggelikan tersaji hampir setiap hari. Warga dipaksa ‘ronda malam’ di SPBU, mengantre berjam-jam demi bisa mengisi tangki kendaraan mereka. Ironisnya, di tengah kegelapan malam itulah rumor dan dugaan liar berkembang subur. Masyarakat mulai mencium bau busuk praktik culas alias “permainan” mafia migas yang diduga sengaja memanfaatkan situasi untuk melakukan penimbunan atau penyelewengan distribusi demi keuntungan sepihak.

Menanggapi hal ini, Yaqien mengingatkan Pertamina agar berhenti bersikap klise dengan terus-menerus meminta masyarakat untuk tidak panik (panic buying). Baginya, retorika seperti itu sudah basi dan tidak laku lagi di mata warga yang nyata-nyata kesulitan di lapangan.

“Masyarakat tidak hidup dari imbauan atau jargon-jargon penenang. Perut mereka tidak kenyang dengan kata ‘sabar’. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan konkret di lapangan dan transparansi total untuk membuktikan bahwa Pertamina tidak sedang ‘main mata’ atau kecolongan oleh mafia migas,” tegasnya dengan nada menyindir.

Desakan Evaluasi Total: Jangan Jadikan Rakyat ‘Samsak’ Penderitaan

Lebih lanjut, dampak dari karut-marut distribusi ini tidak main-main. Mulai dari urusan dapur, mobilitas pekerja, transportasi umum, hingga pelayanan publik terancam lumpuh akibat ketidakpastian pasokan energi ini. Atas dasar itulah, GP Al Washliyah Sumut mendesak Pertamina bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan evaluasi total dari hulu ke hilir.

Publik menduga, jika bukan karena ketidakmampuan manajerial, maka pasti ada kebocoran pasokan yang mengalir ke pihak-pihak yang tidak berhak.

“Jangan sampai rakyat selalu menjadi pihak yang dijadikan ‘samsak’ penderitaan dan menanggung akibat dari setiap kegagalan distribusi. Evaluasi total ini harga mati. Sistem distribusi di Sumut harus diperbaiki agar tangguh, cepat, dan tidak rapuh setiap kali ada lonjakan permintaan,” pungkas Yaqien.

Example 120x600